Minggu, 06 Mei 2012

Cerpen - Salah Tingkah


SALAH TINGKAH
Karya : Arini Veradiani

        Semangat berkobar saat kulihat waktu di arloji tua ini, hum.. sudah pukul 12.00, Hati ini semakin bergendang ria, tak sabar menunggu peluit yang menegangkan dibunyikan, Yah, pertandingan Basket.
        Aku Niken, Aku akan bertanding basket hari ini. Uuh, terik mencekik namun ku tetap melangkah. Dengan sabarnya kutunggu sms ku dari Vita dan Donna. Vita adalah teman baikku di Tim, dan Donna adalah kapten basket kami.
        “ Tiin !!” seruan semangat dari motor Vita. Ia dan Donna telah menungguku dihalaman.
        “Ken, Buruan! bentar lagi jam 1 nih!”
        “Iya iya !”
        Waaah! makin seru saja perasaan ku, berguncang tawa dan bahagia. Aku sangat senang! Hari ini adalah Final perebutan juara 1 dan juara 2. rasanya jantungku seperti dipompa angin Kesenangan hingga panahnya menunjukan F.
        Tiba – tiba diperjalanan, “Drrt” , handphoneku bergetar. Ah, sms Rio rupanya. Ia adalah temanku, dan kami sangat dekat. Jujur, aku menyukainya, dan menurutku ia juga menyukaiku, haha, mungkin. Sebenarnya aku ingin menjadi pacarnya, tapi ada alasan tertentu yang membuatku tidak bisa. Aku harap dia mengerti.
        Lalu Rio pun bilang bahwa Ia sedang bersama Andre dan Jo. Aku pun menanyakan apa yang sedang dilakukannya. Katanya ia akan pergi kerumah teman mereka yang lain. Oh No! Harapan ku agar ia menonton pertandinganku pun kandas. Uh, aku kehilangan separuh dari semangatku.
        Tak lama, aku pun menginjakan kakiku di Sport Centre ini. Duh, ternyata kami terlambat, tinggal 15 menit lagi kami akan main. Perasaan panik dan Khawatir campur menyatu dengan baiknya. Bergegas kami mencari teman–teman yang lain dan juga pelatih kami.
        Setelah kami temukan, kami pun bergabung dan melakukan stretching. Ku usahakan membuat bibirku tersenyum, agar tidak terlihat murung dihadapan Tim dan Pelatihku. Namun, pada saat yang sama, hal yang sangat tak diduga pun terjadi. Rio,Andre dan Jo lewat tepat di depan wajahku. Rio menoleh padaku dan kami pun saling memberikan senyuman. Lalu, ketiganya masuk ke Gedung. Astaga!! senangnya bukan main! Aku langsung melompat kegirangan, menjerit dan tertawa. Semua mata tertuju padaku. Tentu saja dengan tatapan mereka yang super duber keheranan. Haha, semuanya langsung tertawa melihat kegilaan ku, padahal hanya karena hal yang sepele, yaitu Berpapasan.
        Tak lama kemudian, Bel tanda berakhirnya pertandingan pun dibunyikan. Kami langsung berbaris bersebelahan dengan lawan kami. Saat MC memanggil Nama Tim kami, kami langsung memasuki lapangan, dan sialnya aku baris di depan sekali.
        Teriakan Supporter menggelegar! Tepuk tangan penuhi gedung. Sorakan gembira dilontarkan dengan semangat yang membara. Tak kalah pula Supporter dari pihak lawan kami. Keduanya beradu memenuhi gedung dengan teriakan semangat yang menggila.
        Saat aku menuju bangku peserta, tak sengaja aku melihat ke kursi penonton, dan, Ya ampun! betapa terkejutnya aku saat kulihat Rio duduk didekat bangku tim kami. Astaga!! Mimpi apa aku semalam ? kenapa hari ini begitu menyenangkan ya? serangkaian khayalan memenuhi otakku. Senyum di bibirku terukir indah dan semangat yang kembali bersama rasa percaya diriku.
        Pertandingan pun dimulai! dengan penuh semangat kami keluarkan permainan terbaik kami. Dan kami pun mencetak angka lagi, lagi dan lagi. Supporter semakin menjerit dan melompat. bahkan ada yang bertingkah kocak. Saat Time out, sering diriku menoleh kepadanya. dan aku langsung menunduk sambil tersipu malu. aku benar-benar Salah Tingkah.
        Dengan semangatnya aku bermain,dribble dengan sebaik mungkin kulakukan karena aku seorang Playmaker. Berbagai taktik dan teknik kami terapkan. Namun, saat di Quarter 3, teriakan pelatih menggema dan kami melakukan Time Out. Tak sengaja pandanganku menoleh ketempat Rio. Tapi malah panik yang kudapati! Rio dan yang lainnya sudah tidak ada lagi disana! Astaga! Kemana dia ? padahal hanya ia lah semangatku. Hum, aku langsung lesu dan merasa ada yang hilang. Berkali – kali kutatap tempat duduknya, namun begitulah adanya. Uuh, sudahlah. Kupasrahkan saja jika ia benar pergi. Namun hati ku tetap berontak. Ia tak terima. Aku merasa ia masih disekitar sini. Tak jarang kepalaku mondar – mandir mencari dirinya di kursi penonton. Aku terlihat seperti orang bodoh yang kikuk karena menolehkan pandangan ku ke segala arah ditengah lapangan.
        Tak sengaja aku menoleh ke barisan Supporter kami, dan Yes!! Kutemukan mereka bertiga disana. Rasanya ada sesuatu dari dalam tubuh ini yang naik dari ujung kaki ke pangkal rambutku. Senyum ku langsung terbentuk perlahan di wajah ini. Aah! senangnya! ternyata ia masih menontonku. Stamina dan semangat terpupuk jadi satu. Kulanjutkan permainan dengan senyuman terindahku.
        Dengan senang saat kulihat waktu habis. Dan yaa! kami menang! skornya lumayan jauh, yaitu 38 – 8 . Kami langsung bersalaman dengan yang lainnya. Selanjutnya kami meninggalkan lapangan dengan bangganya.
        Aku dan teman – temanku bernyanyi kegirangan. Kalian tahu sendiri kan rasanya saat memperoleh Juara 1? lalu kami pun memutuskan untuk menyusul teman – teman kami di kursi penonton.
        Saat di perjalanan menuju ke kursi penonton, aku bertemu dengan Nadya dan Silvi. Mereka teman akrabku di kelas. Kami pun berbincang sebentar. Hingga kusadari bahwa Vita dan Donna telah jauh didepan. Kupercepat langkahku agar dapat menyusul mereka. Dengan polosnya aku melewati para Supporter dari pihak lawan yang mengomel sendiri, aku langsung menunduk karena takut kalau aku dikeroyok mereka. Semakin kuperbesar langkahku dan kupercepat jalanku. Dengan badan tegap dan kepala tertunduk aku bergegas. Saat telah jauh dari barisan Supporter yang menyeramkan itu, aku mengangkat kepalaku dan Ya ampun! Kudapati Rio telah berdiri di depanku! aku sangat terkejut dan nervous! Badanku tegang dengan hati yang berguncang. Ia memberikan senyuman yang tak ternilai harganya. Manisnyaa! Ia menyapaku dengan kata – kata nya yang membuat ku terpana.
        “ Selamat yah Ken”
        “ Makasi Rio”
        Lalu aku dan Rio kembali melanjutkan langkah ke tempat tujuan kami. Sempat aku dan dia bertolehan dalam jarak jauh. Wajahku memerah dan senyum yang tak mau lenyap.
        Aku tertawa sendiri hingga membuat orang yang berpapasan dengan ku merasa keheranan. Sampai aku duduk di antara teman – temanku pun aku masih memasang senyum aneh ini.
        Sampai akhirnya Kami melakukan penutupan dan kami pun pulang dengan Trophy besar serta Piagam yang berharga. Huft, aku sangat lelah, namun hari ini akan menjadi hari paling berkesan Karena aku menghabiskan hariku bersama teman tersayang, meraih kemenangan dan tentunya moment paling indah, Siapa lagi kalau bukan Rio.

Minggu, 15 April 2012

Cerpen - Malming yang mengecewakan


Malming yang mengecewakan
 karya : Arini Veradiani

          Bruk!! saat kuhempaskan tubuhku ke kasur di kamarku. Kubuka Syal merah ku dan Highills hitam putih ini. Kakiku merinding karena air hujan yang basahi sekujur tubuh. Namun bibirku tetap tersenyum saat kusadari ini malam minggu. Hatiku berdetak keras bagai diserang bayang – bayang tak berujung. Yah, sebentar lagi akan datang waktu yang menurutku sangat indah itu. Aku Keely, aku baru saja pulang dari kursus ku. Aku sangat senang karena aku ada janji dengan seseorang yang ku anggap special, meski ia sudah berkali – kali menyakiti aku.
          Dia Ray, teman sekampusku. aku dekat dengannya karena kami sudah kenal lama, apalagi aku dan dia sama sama suka musik, jadi kami sering kursus musik bersama. Malam ini kami ada janji, tapi bukan janji kencan seperti yang dilakukan sepasang sejoli pada malam minggu, melainkan hanya dimintai tolong mengerjakan tugas kampusnya. Jujur saja, aku malas mengerjakan tugasnya, memangnya dia siapa aku yang seenaknya menyuruh – nyuruhku. Yaah, tapi tak apalah, aku tetap saja mau karena termakan rayuan dashatnya yang berkerumun di benakku. Dipikiranku, aku sudah membayangkan betapa asyiknya bila kami saling tertawa saat mengerjakan tugas itu bersama.
          Kupersiapkan diri, kuobrak – abrik baju cantikku untuk kupakai nanti. tak berhenti kubelai rambut indahku supaya tidak kusut. juga wewangian yang hampir habis sebotol. Hatiku ramai oleh butir – butir cinta yang tersusun rapi, telah kuhayalkan kejadian indah. pikirku melayang dan tumbuh indah bagaikan mawar yang tak kan pernah layu. aku sudah benar – benar siap, bahkan sangat siap.
          Dia akan datang pukul 07.00, dan ini sudah lewat 10 menit. hatiku berdetak kencang, aku gugup. Ah, mungkin dia masih dijalan. lalu kudapati sms darinya
         
“ Key, aku kerumahmu ya. tapi tugasnya nanti lumayan susah, gak apa kan ?”
“gak apa kok Ray, aku udah nunggu.”
Pikirku ia sudah menaiki motornya dan sedang menuju ke kediamanku. Sesekali kulihat di jendela, namun tak kunjung kulihat tanda kedatangannya. berkali – kali kulihat jam ditangan, waktu sudah menunjukan pukul 07.45, aku sudah mulai gerah. Namun tetap kusabar menunggunya, aku tak mau emosi agar tetap kelihatan fresh dihadapannya nanti. 
Lama – lama aku sudah mulai bosan, game dilaptopku tetap tidak bisa menghilangkan kegalauanku. Penampilan yang sudah susah – susah kupersiapkan kini hanya puing - puing sisanya. Aku sudah kacau!! Kulihat lagi jam dan waktu sudah menunjukan pukul 08.35!! Apa dia sudah gila ? sudah semalam ini dia masih tidak datang? mungkinkah aku akan dibohongi lagi? Aargh!! jika “ya”, ini sudah yang ke-3 kalinya. Amarah sudah membara. Emosiku tak terkendali, Aku ingin berontak, aku ingin melampiaskannya. Rasanya kamar ini bagai penjara. aku sudah tidak tahan lagi!! Tanpa kusadari air mata ini sudah mengalir deras di pipiku. Terlalu bodoh aku mau menunggunya sampai tak kukerjakan apapun. kubuang waktuku sia – sia demi kebodohan ini. Aku ingin berteriak!! khayalan dan bayang – bayangku yang indah kini menjadi jeritan dan tekanan batin yang penuh emosi. Senyuman itu berubah menjadi bibir yang basah karena air mata kekecewanku.
Namun, kudengar ada yang membuka pagar rumahku, apakah itu dia? setidaknya masih ada sebutir harapan untuk menunggunya. bergegas aku keluar dan benar, itu RAY!! namun ia tak sendirian, kulihat sesosok gadis yang sebayaku dari kejauhan, gadis itu duduk di motor Ray sedangkan ray menghampiriku di halaman depan, posturnya tinggi, berambut lurus, dan wajahnya menurutku lumayan. Saat kudekati gadis itu, sungguh tak terbayang olehku bahwa ia akan membawa pacarnya kerumahku, itu Shezaa!! yang dulu mantan pacarnya dan sekarang kembali jadi pacarnya lagi! Ya ampun… dimana hatimu Ray? padahal kau tahu bahwa aku menyukaimu!
Apakah ia tak memikirkan perasaanku? aku sudah menyatakan perasaaanku padanya, jadi jelas dia tahu bahwa aku cinta padanya. tapi ia membawa kekasihnya itu kerumahku, Astaga… aku tak habis pikir, setega itu dia padaku. kukira dia akan mampir, namun dia hanya memberikan tugasnya yang menumpuk itu dan menjelaskan cara mengerjakanya dalam waktu 1 menit. setelah itu ia pergi melanjutkan kencan dengan Shezaa. kupaksakan diriku tertawa dan mengangguk mendengar penjelasannya, ia tak merasakan perasaanku yang terluka sangat parah. saat ia pergi, tak ada lagi senyum dibibirku. harapanku untuk melewati masa – masa indah bersamanya malam ini pun kandas. Dia menghancurkan impianku yang sudah berkeping keping menjadi butiran debu yang tak tampak dimata. ingin rasanya ku hancurkan dan kubakar buku – buku miliknya ini karena rasanya aku ingin membunuhnya! Baru kusadar bahwa aku ini hanya pelariannya, pembantunya, dan babunya yang seenaknya saja disuruh – suruh. Ia akan kembali padaku bila dia sedang bertengkar dengan Shezaa.
Aku tak mau lagi menjadi pelampiasan cintamu. akan kuhancurkan perasaan cintaku padamu, akan kulenyapkan harapanku untuk bisa bersamamu. kini dipikiranku, kau itu bukan siapa – siapaku lagi.
Kau egois Ray! begitu kejamnya dirimu buat aku mengucurkan tangisan. apakah kau tak punya hati Ray? kau benar – benar egois! hanya kau pikirkan kesenanganmu bersaman Shezaa, setidaknya kau pikirkan hancurnya hatiku saat kulihat kau bersamanya.
Kini kusadari bahwa pengakuanmu bahwa kau juga menyukaiku itu hanya omongan belaka, tak ada sedikitpun rasa cintamu untukku, kau pembohong!! kau benar – benar mengecewakan ray!
kucoba terima kenyataan, memang beginilah adanya, kucoba untuk melupakanmu.. salamat tinggal kenangan

Jumat, 13 April 2012

soal TIK kelas 9

1. Tombol yang digunakan untuk mencetak halaman web yang sedang dibuka adalah...
    a. Back                               c.Favorites 
    b.Print                                 d. Forward
2. Tombol yang digunakan untuk menambahkan folder baru adalah...
    a.Create folder                    c.Move to folder
    b.Delete                              d. Rename
3. Yang termasuk kekurangan E-mail adalah, kecuali ...
    a. Hilangnya Informasi
    b. Spam
    c. Inkonsistensi
    d. Subject
4. Tombol yang digunakan untuk melihat tampilan halaman web sebelum dicetak adalah ...
    a.Print Preview
    b.Print
    c.Save as
    d.Cut
5. Yang dibutuhkan untuk melakukan pendaftaran pada blog adalah ...
    a.Alamat e-mail yang masih aktif
    b.akun Facebook
    c.Nama Orangtua
    d.akun twitter
6. beberapa hal yang harus diisi untuk dapat menggunakan FTP client adalah.,kecuali..
    a. Host
    b.webserver
    c.Username
    d. password
7. Yang termasuk download manager adalah, kecuali...
    a.Flashget
    b.Go!Zilla
    c.Free download manager (FDM)
    d. Qiuckconnect
8. Tombol yang digunakan untuk menyalin teks adalah ...
   a. Copy lalu Paste
   b. Cut lalu Paste
   c. Diblok lalu delete
   d. klik Print
9. Yang termasuk pada menu tools pada web browser,kecuali ...
    a. Mail and News Synchronize
    b. Windows Update
    c. internet Options
    d. Online support
10. yang dimaksud dengan lokasi atau direktori tempat file - file diletakkan pada webbrowser,...
    a. Protokol
    b. path
    c. Nama host
    d. nama file



Kunci jawaban :
1. b. print
2. a. create folder
3. d. subject
4. a. print preview
5. a. alamat email yg masih aktif
6. b. webserver
7. d. Quickconnect
8. a. copy lalu paste
9. d. online support
10.b. path