Malming yang mengecewakan
karya : Arini
Veradiani
Bruk!! saat
kuhempaskan tubuhku ke kasur di kamarku. Kubuka Syal merah ku dan Highills
hitam putih ini. Kakiku merinding karena air hujan yang basahi sekujur tubuh.
Namun bibirku tetap tersenyum saat kusadari ini malam minggu. Hatiku berdetak
keras bagai diserang bayang – bayang tak berujung. Yah, sebentar lagi akan
datang waktu yang menurutku sangat indah itu. Aku Keely, aku baru saja pulang
dari kursus ku. Aku sangat senang karena aku ada janji dengan seseorang yang ku
anggap special, meski ia sudah berkali – kali menyakiti aku.
Dia Ray, teman
sekampusku. aku dekat dengannya karena kami sudah kenal lama, apalagi aku dan
dia sama sama suka musik, jadi kami sering kursus musik bersama. Malam ini kami
ada janji, tapi bukan janji kencan seperti yang dilakukan sepasang sejoli pada
malam minggu, melainkan hanya dimintai tolong mengerjakan tugas kampusnya.
Jujur saja, aku malas mengerjakan tugasnya, memangnya dia siapa aku yang
seenaknya menyuruh – nyuruhku. Yaah, tapi tak apalah, aku tetap saja mau karena
termakan rayuan dashatnya yang berkerumun di benakku. Dipikiranku, aku sudah
membayangkan betapa asyiknya bila kami saling tertawa saat mengerjakan tugas
itu bersama.
Kupersiapkan diri,
kuobrak – abrik baju cantikku untuk kupakai nanti. tak berhenti kubelai rambut
indahku supaya tidak kusut. juga wewangian yang hampir habis sebotol. Hatiku
ramai oleh butir – butir cinta yang tersusun rapi, telah kuhayalkan kejadian
indah. pikirku melayang dan tumbuh indah bagaikan mawar yang tak kan pernah
layu. aku sudah benar – benar siap, bahkan sangat siap.
Dia akan datang
pukul 07.00, dan ini sudah lewat 10 menit. hatiku berdetak kencang, aku gugup.
Ah, mungkin dia masih dijalan. lalu kudapati sms darinya
“ Key, aku kerumahmu ya. tapi tugasnya
nanti lumayan susah, gak apa kan ?”
“gak apa kok Ray, aku udah nunggu.”
Pikirku ia sudah menaiki motornya dan
sedang menuju ke kediamanku. Sesekali kulihat di jendela, namun tak kunjung
kulihat tanda kedatangannya. berkali – kali kulihat jam ditangan, waktu sudah
menunjukan pukul 07.45, aku sudah mulai gerah. Namun tetap kusabar menunggunya,
aku tak mau emosi agar tetap kelihatan fresh dihadapannya nanti.
Lama – lama aku sudah mulai bosan,
game dilaptopku tetap tidak bisa menghilangkan kegalauanku. Penampilan yang
sudah susah – susah kupersiapkan kini hanya puing - puing sisanya. Aku sudah
kacau!! Kulihat lagi jam dan waktu sudah menunjukan pukul 08.35!! Apa dia sudah
gila ? sudah semalam ini dia masih tidak datang? mungkinkah aku akan dibohongi
lagi? Aargh!! jika “ya”, ini sudah yang ke-3 kalinya. Amarah sudah membara.
Emosiku tak terkendali, Aku ingin berontak, aku ingin melampiaskannya. Rasanya
kamar ini bagai penjara. aku sudah tidak tahan lagi!! Tanpa kusadari air mata
ini sudah mengalir deras di pipiku. Terlalu bodoh aku mau menunggunya sampai
tak kukerjakan apapun. kubuang waktuku sia – sia demi kebodohan ini. Aku ingin
berteriak!! khayalan dan bayang – bayangku yang indah kini menjadi jeritan dan
tekanan batin yang penuh emosi. Senyuman itu berubah menjadi bibir yang basah
karena air mata kekecewanku.
Namun, kudengar ada yang membuka pagar
rumahku, apakah itu dia? setidaknya masih ada sebutir harapan untuk
menunggunya. bergegas aku keluar dan benar, itu RAY!! namun ia tak sendirian,
kulihat sesosok gadis yang sebayaku dari kejauhan, gadis itu duduk di motor Ray
sedangkan ray menghampiriku di halaman depan, posturnya tinggi, berambut lurus,
dan wajahnya menurutku lumayan. Saat kudekati gadis itu, sungguh tak terbayang
olehku bahwa ia akan membawa pacarnya kerumahku, itu Shezaa!! yang dulu mantan
pacarnya dan sekarang kembali jadi pacarnya lagi! Ya ampun… dimana hatimu Ray?
padahal kau tahu bahwa aku menyukaimu!
Apakah ia tak memikirkan perasaanku?
aku sudah menyatakan perasaaanku padanya, jadi jelas dia tahu bahwa aku cinta
padanya. tapi ia membawa kekasihnya itu kerumahku, Astaga… aku tak habis pikir,
setega itu dia padaku. kukira dia akan mampir, namun dia hanya memberikan
tugasnya yang menumpuk itu dan menjelaskan cara mengerjakanya dalam waktu 1 menit.
setelah itu ia pergi melanjutkan kencan dengan Shezaa. kupaksakan diriku
tertawa dan mengangguk mendengar penjelasannya, ia tak merasakan perasaanku
yang terluka sangat parah. saat ia pergi, tak ada lagi senyum dibibirku.
harapanku untuk melewati masa – masa indah bersamanya malam ini pun kandas. Dia
menghancurkan impianku yang sudah berkeping keping menjadi butiran debu yang
tak tampak dimata. ingin rasanya ku hancurkan dan kubakar buku – buku miliknya
ini karena rasanya aku ingin membunuhnya! Baru kusadar bahwa aku ini hanya
pelariannya, pembantunya, dan babunya yang seenaknya saja disuruh – suruh. Ia
akan kembali padaku bila dia sedang bertengkar dengan Shezaa.
Aku tak mau lagi menjadi pelampiasan
cintamu. akan kuhancurkan perasaan cintaku padamu, akan kulenyapkan harapanku
untuk bisa bersamamu. kini dipikiranku, kau itu bukan siapa – siapaku lagi.
Kau egois Ray! begitu kejamnya dirimu
buat aku mengucurkan tangisan. apakah kau tak punya hati Ray? kau benar – benar
egois! hanya kau pikirkan kesenanganmu bersaman Shezaa, setidaknya kau pikirkan
hancurnya hatiku saat kulihat kau bersamanya.
Kini kusadari bahwa pengakuanmu bahwa
kau juga menyukaiku itu hanya omongan belaka, tak ada sedikitpun rasa cintamu
untukku, kau pembohong!! kau benar – benar mengecewakan ray!
kucoba terima kenyataan, memang
beginilah adanya, kucoba untuk melupakanmu.. salamat tinggal kenangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar