TERENYUH KHIANAT
karya : Arini Veradiani
karya : Arini Veradiani
Bukan masalah ada
Penggantimu
Bukan
Bukan itu
Lebih
Lebih menuju pada rasa sayangku
Menyiksa!
Remukkan batin ku
Rupa gelas yang akan pecah
Menyiksa!
Bukan aneh lihat mataku
Terenyuh perasaan
Tetesan
Pedih yang membuat aku rapuh
Ini jelas sudah
Peluru menembus hati
Hati yang dikhianati
Yang kelam
Dalam ruang hampa yang membuatku sulit
Bernafas…
Saat berjuta waktu itu
Punah
Kau pergi bagai menuju dimensi waktu
Yang tak pernah ada
Menyusul lembaran baru
Yang mungkin kau sesali
Tertinggal olehnya
Karena aku
Aku!
Aku yang dulu merasa
Kau sayang
Bersama waktu melukis kenangan
Yang kini telah berubah
Yang kini diam – diam
Cahaya menjadi kelam
Saat kau hilang tertelan lembaran itu!
Lembaran yang tak ada aku di dalamnya
Dan kau tulis hidupmu
Di setiap halaman dan lembarannya
Bersama titik kasih
Yang oleh hembusan nafasmu
Terbuka
Dan kau biarkan semua membacamu!
Termasuk aku
Dan itu bukan aku!
Hanya perlu kau sadari
Bagaimana rasanya perih
Tiap kalimat hidupmu
Yang hampir membunuhku
Namun kurasa tak apa
Jika lembaran itu tetap habis dengan bahagia
Meski tertusuk
Beribu kenangan yang terbang
Tinggalkan raga tanpa kejelasan
Meski menunduk
Bukan berarti aku tak berjalan
Penggantimu
Bukan
Bukan itu
Lebih
Lebih menuju pada rasa sayangku
Menyiksa!
Remukkan batin ku
Rupa gelas yang akan pecah
Menyiksa!
Bukan aneh lihat mataku
Terenyuh perasaan
Tetesan
Pedih yang membuat aku rapuh
Ini jelas sudah
Peluru menembus hati
Hati yang dikhianati
Yang kelam
Dalam ruang hampa yang membuatku sulit
Bernafas…
Saat berjuta waktu itu
Punah
Kau pergi bagai menuju dimensi waktu
Yang tak pernah ada
Menyusul lembaran baru
Yang mungkin kau sesali
Tertinggal olehnya
Karena aku
Aku!
Aku yang dulu merasa
Kau sayang
Bersama waktu melukis kenangan
Yang kini telah berubah
Yang kini diam – diam
Cahaya menjadi kelam
Saat kau hilang tertelan lembaran itu!
Lembaran yang tak ada aku di dalamnya
Dan kau tulis hidupmu
Di setiap halaman dan lembarannya
Bersama titik kasih
Yang oleh hembusan nafasmu
Terbuka
Dan kau biarkan semua membacamu!
Termasuk aku
Dan itu bukan aku!
Hanya perlu kau sadari
Bagaimana rasanya perih
Tiap kalimat hidupmu
Yang hampir membunuhku
Namun kurasa tak apa
Jika lembaran itu tetap habis dengan bahagia
Meski tertusuk
Beribu kenangan yang terbang
Tinggalkan raga tanpa kejelasan
Meski menunduk
Bukan berarti aku tak berjalan
keren cek !
BalasHapusahaha, makasih kris :D
BalasHapus